Menulis itu menyenangkan

Menulis itu seperti air dalam gelas. Jika gelasnya pecah, maka airnya pun akan berantakan. Tetapi jika airnya di tuang perlahan, maka akan mengalir tenang dan beraturan.

Begitu juga menulis. Jika hati dan pikiran kita sedang kalut maka tulisannya pun terkesan menggebu-gebu tetapi tidak teratur. Tetapi ketika kita menjaga mood ketika menulis maka hasil yang dituliskan pasti lebih rapi. Apa iya sih??

Coba kita bandingkan ya, tulisan ibu rumah tangga -contohnya saya saja- ketika dalam keadaan lelah, marah, sedih ataupun senang pasti akan berbeda. Silahkan cek postingan2 saya sebelumnya.. Hihihi.. Anda bisa menebak dalam suasana hati seperti apa di setiap postingan itu ( Jangan diketawain ya..).

Baru-baru ini sedang marak digalakkan komunitas ibu menulis. Macam-macam.. Dan setiap komunitas itu mempunyai concern sendiri-sendiri. Kalau saya sih nulis cuma untuk curhat saja. Nuangin segala unek-unek apalagi kalau nemu kamus kata baru atau ngalamin sesuatu. Ngga ada sangkut pautnya dengan mereka-mereka itu yang ngadain kopdar sana, seminar sini yang mungkin  menurut mereka sangat bermanfaat. Tapi bagi saya merepotkan. Gimana ngga coba? Saya punya buntut tiga, kalau pergi yang dua besar pasti ngikut. Nitipin si kecil juga harus milih waktu suami luang. Kalau ngga bisa di prengutin sayanya. Hehe..

Tapi yang terpenting, menulis itu jangan dijadikan trend saja. Harus diambil manfaatnya.

Apa sih manfaat menulis?

Saya belum baca mengenai penelitian tentang ibu-ibu menulis. Yang saya faham manfaat untuk ibu menulis adalah menstabilkan mood. Secara seorang ibu itu ya, dari bangun pagi sampai tidur lagi kegiatannya berjubel dan konstan. Belum anak-anak yang rewel, bikin kesel, ayahnya yang sibuk kerja ngga bisa ducurhatin (eh.. Saya malah curhat sendiri). Ya gitu itulah.. Saya kira semua ibu juga merasakan kecuali yang belum jadi ibu ya, atau udah kaya dari sononya jadi tinggal bayar pembantu atau babysitter ya sutralah..

Pasti dalam pikirannya ruwet juga, hatinya juga badmood juga pokoknya ngga karuan deh..

Nah kalau sudah diungkapkan baru plong. Tapi diungkapkan ke siapa ya? Ya dengan tulisan itu. Entah nantinya mau dibaca sendiri atau mau dipublikasikan terserah. Atau mau dikasihkan ke orang bisa. Itu hak setiap orang. Tapi kalau menurut saya jika tulisannya bersifat pribadi cukup disimpan saja. Karena takutnya bisa berdampak buruk. Piss..

Gimana cara menulis?

Itu terserah diri masing-masing aja. Kalau sesuai kaidah bahasa indonesia harus ada kerangkanya, judul, pendahuluan, isi, kesimpulan. Itu kan kalau untuk karya sastra ya atau ujian sekolah hihi..

Kalau saya apa yang ada di pikiran saya tulis. Entah urut atau tidak. Kadang judulnya dulu baru isinya, kadang sebaliknya. Kadang g nemu-nemu judulnya. Ya sudah saya biarkan kosong. Lha wong cuma curhatan koq. Saya kalau disuruh ngeles mah pinter euy..

Ibu kalau sudah menulis tuh rasanya kayak udah diajak keliling paris beli baju mahal ( wkwkwk.. Kayak udah pernah kesana aja). Agak lebay dikit sih. Tapi hati dan pikiran memang jadi lebih fresh dan siap kembali ke rutinitas lagi. Maka tak jarang ibu yang suka nulis lebih disayang suami katanya… Mungkin karena tidak pernah ngeluh ke suami lagi. Jadi kelihatannya happy teruss.. Yey..

Makanya bapak-bapak kalau liat istrinya kelihatan suntuk, langsung ambilkan secarik kertas dan sebuah bolpoint. Habis nulis terus dicium deh.. Dijamin langsung klepek-klepek. Hahaha..

Well, apa yang saya tulis barusan juga sebuah unek-unek setelah sehari badan kurang fit. Tapi alhamdulillah sudah dipijat sayang sama abinya anak-anak.

Ayo.. Ibu-ibu coba tulis aja. Apa aja boleh koq. Pokoknya mengarang bebas kayak di SD. yang penting senang. Thing.. Thing..

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para ibu-ibu yang jenuh di rumah. Kurang lebihnya saya minta maaf ya. Karena manusia itu tempat salah dan lupa. (Sok bijak).

Sampai jumpa dicurhatan berikutnya.. Bye bye.. Kiss bye..

((^_^))

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s