Amanah

Memiliki 3 puteri bukan hanya menambah kebahagiaan kami sebagai suami istri. Namun, juga menambah berat beban amanah yang harus kami tanggung. Setelah menikah selama 7 tahun, saat ini kami mengalami kenaikan taraf kehidupan. Suami semakin sibuk dengan pekerjaanya, dan secara otomatis pundi-pundi uang pun semakin terkumpul. Puteri-puteri kami pun tidak kalah menggemaskannya dan selalu mencuri semua perhatian kami. Hampir seluruh waktu kami habis untuk pekerjaan dan kewajiban kami setiap hari. Tidak ada waktu untuk kami sendiri sekedar merawat tubuh atau saling bertukar pikiran. Dan yang paling mengganggu pikiran kami adalah kebutuhan rohani kami juga terkikis. Sholat hanya syarat saja supaya kami tetap terlihat di Mata Allah. Itupun dengan pikiran yang masih terbagi-bagi sehingga khusyu’ pun belum didapat.

Astaghfirullaahal ‘adziim.. Kami takut hal ini mengurangi keberkahan dalam keluarga kami. sesegera mungkin kami mencari solusi apa yang paling baik untuk dilakukan. Dan yang pertama tercetus adalah kami harus mempunyai asisten rumah tangga. Hal ini bertujuan agar saya tetap berkonsentrasi mengurus anak-anak selama abinya bekerja.

Awalnya berat juga, memikirkan jika nanti ada orang lain yang berada di dalam rumah mengerjakan tugas-tugas yang biasa saya kerjakan. Apalagi harus menyisihkan uang juga untuk membayar upahnya. Namun setelah meluruskan niat lagi, akhirnya kami sepakat inilah jalan terbaik agar keharmonisan rumah tangga tetap terjaga.

Mengapa begitu? Menurut pendapat kami kunci sebuah rumah tangga adalah seorang ibu. Jika ibu mampu menjalankan perannya sebagai perawat sekaligus pendidik anak-anaknya dengan baik maka InsyaAllah tercapai cita-cita anak-anak sholeh dan sholikhah. Namun tidak ketinggalan juga peran seorang ayah yang harus membimbing keluarganya dan memberikan batasan sampai dimana baiknya perilaku anggota keluarga. Jika ibu terlalu lelah bekerja, maka tidak ada waktu untuknya mendidik anaknya dengan baik. Yang ada ibu tidak stabil emosinya sehingga anak-anak terkadang menjadi pelampiasan.

Dengan dasar inilah kami menganggap bahwa asisten rumah tangga sangat dibutuhkan. Tentu hal ini tidak bisa disamakan antara keluarga satu dengan yang lainnya. Karena kondisi setiap keluarga berbeda-beda. Banyak Juga ibu pekerja yang berhasil juga mendidik anak-anaknya dengan baik.

Yang terpenting adalah peran ayah dan ibu tetap seimbang sesuai dengan porsinya. Kalau sudah seperti ini,Insya Allah, Allah pasti Ridlo memberkahi kehidupan keluarga. Aamiin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s